Minggu, 25 September 2011

SEJARAH TELEGRAF

Sejarah Telegraf

(HF 0606094365) Telegraf elektrik pertama kali ditemukan oleh Samuel Thomas von Sömmering pada tahun 1809. Kemudian pada tahun 1832, Baron Schilling membuat telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich Gauss dan Wilhelm Weber merupakan orang pertama yang menggunakan telegraf elektrik untuk alat komunikasi tetap pada tahun 1833 di Göttingen. Telegraf komersil pertama dibuat oleh William Fothergill Cooke dan dipasarkan pada Great Western Railway di Inggris. Telegraf ini dipatenkan di Inggris pada tahun 1837. Telegram ini dikirimkan pada jarak 13 mil/21 km dari stasiun Paddington ke West Drayton dan mulai dioperasikan pada tanggal 9 April 1839.
Pada tahun 1843, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Bain, menemukan sebuah alat yang bisa dikatakan merupakan sebuah mesin faksimil pertama. Ia menyebut penemuannya ini dengan “recording telegraph” (teleraf perekam). Telegraf yang ditemukan Bain ini mampu mengirimkan gambar menggunakan kawat elektrik. Pada tahun 1855, seorang biarawan Italia, Giovanni Caselli, juga membuat sebuah telegraf elektrik yang dapat mengirimkan pesan. Caselli menamai penemuannya ini dengan “Pantelegraf”. Pantelegraf telah sukses digunakan dan diterima sebagai saluran telegraf antara kota Paris dan Lyon.
Sebuah telegraf elektrik, pertama kali dengan bebas ditemukan dan dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1837 oleh Samuel F. B. Morse. Asistennya, Alfred Vail, membuat kode morse yang menyimbolkan huruf dengan Morse. Telegraf Amerika pertama dikirimkan oleh Morse pada tanggal 6 Januari 1838 melalui 2 mil / 3 km kawat di Speedwell Ironworks dekat Morristown, New Jersey. Pesannya dibaca "Seorang penunggu yang sabar bukanlah pecundang" (A patient waiter is no loser) dan pada tanggal 24 Mei 1844, ia mengirim sebuah pesan “Apa yang telah Tuhan ciptakan" (What hath God wrought) dari the Old Supreme Court Chamber di Gedung DPR di Washington kepada Mt. Clare Depot di Baltimore. Morse / Vail telegraf dengan cepat disebarkan pada 2 dasawarsa berikutnya.
Kabel lintas atlantik mulai dicoba digunakan pada tahun 1857, 1858, dan 1865. Kabel pada tahun 1957 hanya dioperasikan beberapa kali. Kabel telegraf komersil pertama yang mampu melintasi samudera atlantik berhasil diselesaikan pada tanggal 18 Juli 1866.
Australia merupakan penghubung pertama dunia pada Oktober 1872 melalui telegraf bawah laut di Darwin. Hal ini menimbulkan berita baru bagi dunia. Kemajuan teknologi telegraf selanjutnya terjadi pada awal tahun 1970, ketika Thomas Edison menemukan "telegraf dua arah dengan rangkap dua penuh" (full duplex two-way telegraf) dan melipatgandakan kapasitasnya dengan menemukan guadruplex pada tahun 1874. Edison mendaftarkannya pada lembaga pematenan US dan duplex telegraf berhasil dipatenkan pada tanggal 1 september 1874.

Plasa.com, Transformasi Belanja ke Arah E-Commerce


57747 shinta  dhanuwardoyo 300 225 Plasa.com, Transformasi Belanja ke Arah E Commerce
Pada 27 Maret 2010 silam, Plasa.com muncul ke ranah dunia maya Tanah Air dengan “wajah” barunya. Kini, PT Metranet, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) yang memegang brand Plasa.com ini mengaku akan fokus pada e-commerce.
Lalu, apa yang dicari raksasa telekomunikasi Telkom melalui portal e-commerce-nya? Berikut kutipan wawancara ekslusif VIVAnews dan Shinta Dhanuwardoyo, Chief Executive Officer Mojopia saat ditemui di kantornya di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta, pada hari Selasa, 6 April 2010.

Apa yang membedakan Plasa.com dengan situs-situs e-commerce yang ada sekarang ini, seperti misalnya Tokopedia.com atau Kaskus?
Kalau Kaskus kan lebih cenderung ke situs komunitas. Sementara di Plasa.com, kami ingin menciptakan ekosistem baru yang full e-commerce saja.
Jadi, di dalamnya, kami membebaskan seseorang untuk men-setup atau menciptakan toko online-nya sendiri. Begitu pula merchant. Sementara, di sisi pembeli, mereka akan lebih mudah mendapatkan barang-barang yang diinginkan, komplit, dari mulai transaksi hingga shipping.
Daripada Kaskus, mungkin Plasa.com lebih mirip dengan Tokopedia.com. Hanya saja, dari awal, Plasa.com dibuat untuk membantu UKM dan mendorong individu dengan mewadahi mereka berwiraswasta atau berjualan secara online.
Bagaimana prosedur di Plasa.com jika seorang individu ingin berdagang?
Ya, ini memang tidak dibatasi untuk UKM saja. Individu yang tidak punya perusahaan pun bisa memasarkan barang dagangannya. Sampai saat ini, kita tidak membatasi berapa jumlah item yang dipunyai penjual untuk bisa bergabung dengan Plasa.com. Jadi, walaupun cuma punya satu item barang, mereka tetap bisa menjualnya via Plasa. Kendati tak dibatasi, sejauh ini, seorang penjual selalu mempunyai item yang lebih dari satu dan variatif.
Registrasinya mudah. Baik individu maupun UKM, syaratnya hanya mempunyai kartu NPWP. Karena, di sisi keamanan lebih terjamin, terutama untuk mencegah fraud (penipuan). Selain itu, di sisi konten, akan lebih tertib dan terkontrol.
Khusus untuk UKM, kita tidak mengenakan biaya apa pun di tahun 2010, baik biaya pendaftaran ataupun transaksi. Nanti, kalau memungkinkan untuk mengambil profit dari sini, akan kita evaluasi dulu seperti apa sistem membershipnya. Di tahap awal, fokus kita mencari trafik dan branding dulu.
Terkait mekanisme pembayaran, channel apa saja yang disediakan Plasa.com?
Pertama, bisa melalui Plasa.com. Jadi, Plasa.com semacam media yang menjembatani antara pembeli dan penjual. Kami akan memastikan uang dari pembeli dan barang dari penjual ada, baru setelah itu transaksi dilakukan.
Kedua, pengunjung juga bisa dengan kartu kredit (credit card). Untuk channel pembayaran satu ini, kami menggunakan platform milik BII, karena dia satu-satunya yang mempunyai itu. Sistem di dalamnya sudah dilengkapi fraud detection (software untuk mendeteksi penipuan), jadi relatif lebih aman.
Perlu dicatat, dengan menggunakan platform milik BII, pengunjung tetap bisa bertransaksi dengan kartu kredit bank manapun, tidak harus BII.
Sekedar memudahkan pembeli, kami juga menyediakan jasa kurir melalui mitra kami, yaitu NCS. Sehingga, kalau pembeli ingin memakai jasa kurir, mereka tinggal memilihnya di keranjang belanja yang ada di dalam website Plasa.com.
Bagaimana perbandingan penggunaan kartu kredit dan transfer uang di Indonesia saat ini?
Kalau saya amati, sekarang ini, masyarakat di Indonesia masih sangat nyaman dengan layanan transfer uang, entah kenapa. Mungkin karena jumlah kartu kredit di sini masih belum banyak.
Lagi pula, nantinya kami akan menyasar target user anak muda, yang mana rata-rata tidak memiliki kartu kredit. Untuk menyiasatinya, mungkin kita akan membuka channel pembayaran yang berbeda lagi, misalnya semacam voucher-voucher belanja yang lebih sederhana.
Selain T-Cash dan Flexi Cash, dalam waktu dekat kita juga akan bekerja sama dengan PayPal. Karena, asumsinya pasar kita juga akan datang dari luar negeri. Kita sedang mengembangkannya ke dalam sistem pembayaran satu bulan ke depan.
Sejauh ini, kendala apa yang sering ditemukan?
Mungkin sedikit di mekanisme pembayaran. Ketika pesanan dari pembeli masuk, tapi merchant yang bersangkutan tidak mengeceknya. Kami tidak tahu frekuensi mereka mengecek pesanan itu berapa kali sekali. Bisa saja tiga hari sekali. Sementara kita menerima komplain dari para pembeli. Jadinya, kita yang mengingatkan para merchant via telepon atau SMS untuk membuka e-mail.
Sementara ini, semua komunikasi via e-mail. Kita sempat berfikir untuk memanfaatkan mobile, tetapi siapa yang mau menanggung jika ada masalah seperti ini. Kalau kita mengingatkan para merchant via SMS, itu akan jadi expense (pengeluaran) lagi. Makanya, sementara ini, kita siapkan orang-orang untuk mengecek e-mail satu per satu.
Bagaimana jika suatu hari nanti pesanan yang masuk mencapai ribuan?
Nah, along the way, kita mencari tahu seperti apa cara yang paling nyaman bagi pembeli dan penjual, mencari cara terbaik untuk mengecek orderan satu per satu. Tetapi, jika orang lebih percaya langsung ke penjual yang dikehendaki, silahkan saja.
Plasa.com  Plasa.com, Transformasi Belanja ke Arah E Commerce
Sejak 27 April 2010, sudah berapa transaksi jual beli yang tercatat?
Saya tidak tahu persis. Tapi, seingat saya di dua hari pertama, tercatat sekitar 75 transaksi. Nilainya saya belum tahu.
Dari kurang lebih 75 transaksi, item barang apa saja yang sering dicari dan ditransaksikan?
Buku, pakaian (apparel), aksesoris seperti anting dan kalung, dan sejenisnya. Makanan kering juga ada. Beberapa sisanya elektronik, tapi masih kecil porsinya. Karena, mungkin selain pilihan di Plasa sekarang ini belum banyak, untuk kategori elektronik orang lebih cenderung untuk mengunjungi toko-toko offline.
Bagaimana dengan pertumbuhan trafik Plasa.com?
Itu pun saya nggak hafal detailnya. Yang jelas, sejak diluncurkan dan transaksi mulai dibuka, ada peningkatan sedikit demi sedikit.
Hingga saat ini, baru ada kurang lebih 160 merchant yang mendaftar di Plasa.com. Total item barangnya sudah lebih dari 8.000 item. Lebih dari 90 persen dari total item itu adalah milik merchant. Persentase yang individu masih kecil sekali.
Kebanyakan memang merchant yang sign up, misalnya, selebriti, atau orang biasa yang punya toko. Itu dikategorikan merchant atau UKM. Kita targetkan bisa mencapai 1.000 merchant akhir tahun ini.
Berbicara tentang e-commerce, keamanan transaksi menjadi isu utama. Apakah sejauh ini di Plasa.com pernah terjadi kasus penipuan (fraud)?
Belum ada. Tapi, kata BII, yang namanya kartu kredit, potensi penipuan itu pasti ada. Sebab itu, mereka mengantisipasinya dengan fraud detection di dalam sistem pada platformnya.
Kabar terakhir yang saya dapat, potensi kejahatan kartu kredit masih sebesar 45 persen. Tapi, BII sudah berkecimpung di sektor ini selama lebih dari enam tahun. Jadi, saya kira mereka sudah cukup berpengalaman untuk menangani masalah ini ya.
Apa strategi Plasa.com untuk mencegah terjadinya penipuan?
Membangun kepercayaan publik memang butuh waktu. Kita sekarang fokus ke back end-nya dulu. Di payment gateway ada fraud detection, jadi tidak perlu khawatir. Ini semua khusus untuk layanan pembayaran kartu kredit, karena memang lebih berpotensi diserang penjahat cyber.
Di dalam payment gateway BII, terdapat sistem yang bisa memverifikasi account yang punya kartu kredit. Lalu, mereka juga bisa mendeteksi behave (perilaku) dari pemegang kartu kredit. Sehingga, ketika pelaku penipuan mau melakukan transaksi yang ke sekian kali, itu bisa terdeteksi atau ketahuan.
Jujur saja, ini lebih ke meminimalisir risiko untuk menjadi korban. Memang tidak semua sistem dijamin aman 100 persen. Gamblangnya, kita memperbanyak layernya saja. Misalnya, untuk approval pembelian barang maksimal 2×24 jam. Jadi, untuk mendapatkan satu item barang, tidak mudah, harus melewati beberapa tahap verifikasi.
Melihat transaksi online di Indonesia masih sangat minim, seperti apa upaya Plasa.com agar transaksi online benar-benar terjadi di Tanah Air?
Sebenarnya, kalau dibilang 100 persen orang belum tertarik untuk bertransaksi online, tidak juga. Karena, bisa saja transaksinya dilakukan dengan transfer uang via ATM, tetapi aktivitas belanjanya tetap online.
Misalnya, di Facebook. Sudah banyak yang berjualan sepatu, kalung, sepatu, dan sebagainya. Dan, itu bekerja. Orang membeli barang yang ditawarkan tanpa harus melihat barangnya secara langsung. Sepertinya sekarang perilaku masyarakat sudah mengarah ke sana. Orang-orang mulai percaya dengan belanja online. Semuanya cukup berhubungan via telepon atau e-mail saja. Kunci e-commerce itu adalah kepercayaan.
Awalnya, semua orang pasti akan takut-takut dulu. Tapi, begitu mereka melihat pengguna atau komunitasnya tumbuh, semuanya baru saja dimulai.
Sebut saja Facebook. Sesederhana kita melihat profilnya, lalu bisa dipercaya, dan akhirnya kita beli. Setelah muncul kepercayaan, baru semua orang ikut-ikut membeli. Calon pembeli baru pun, bisa mempercayai dia melalui komentar atau testimonial tentang penjual.
Karena itu, kami juga sekarang tengah mengembangkan sistem rating atau kolom testimonial sebagai acuan pembeli terhadap penjualnya di Plasa.com.
Apa kendala utama dalam hal regulasi?
Satu hari nanti, kita pasti akan membutuhkan regulasi yang baku. Karena, ketika e-commerce mulai menjamur, ancaman penipuan pun akan banyak. Kalau belum ada UU yang bagus dan bisa melindungi pembeli dan penjual, maka akan sulit. Jadi, saya mendukung penuh regulasi itu (UU ITE) agar tetap eksis.
Apakah ada insentif dari pemerintah untuk para pemain e-commerce?
Belum ada. Sepertinya, pemerintah belum melihat adanya kebutuhan sampai kita, para pemain, menjelaskan kenapa ecommerce harus ada. Ada waktunya mereka mengerti akan kegunaannya untuk UKM, wiraswasta untuk mereka yang belum punya pekerjaan, sehingga mereka bisa menghasilkan uang tanpa mengeluarkan modal yang gila-gilaan.
Memang, kendalanya adalah UKM belum cukup familiar dengan Internet. Makanya, kita inginkan adanya semacam SME center atau UKM Center yang membantu mereka dengan edukasi untuk memasarkan produk mereka di Internet. Misalnya, sesederhana membuat e-mail, mengunggah foto, dan lainnya.
Berapa kocek investasi yang disisihkan induk perusahaan Telkom untuk memperbaharui Plasa.com?
Seperti yang disebutkan Bapak Rinaldi (Dirut Telkom), Telkom menyisihkan sekitar dua juta dollar Amerika Serikat. Dan, memang segitu jumlah yang dikeluarkan. Lebih dari 50 persen dipakai untuk infrastruktur, seperti belanja server, bandwidth, maintain website. Jumlah server pun akan ditambah pelan-pelan seiring pertumbuhan trafik. Selain itu, untuk kurang lebih 30 karyawan yang bekerja.
Menurut Anda, bagaimana tren pertumbuhan e-commerce di Indonesia?
Tren itu kita yang ciptakan, dan kita-kita ini (portal-portal e-commerce) yang mem-push dari sekarang. Seharusnya, orang-orang sudah mulai melihat ada kebutuhan ke arah e-commerce.
Kalau dulu, sekitar 3-4 tahun yang lalu, saya sempat bikin lalulelang.com. Konsepnya cenderung mirip e-Bay, bahkan sempat dibuat aplikasi mobile-nya. Tetapi, nggak jalan, karena waktu itu new social media, seperti Facebook, belum jalan. Ketika itu hanya ada Friendster.
Sekarang kebutuhan social media sudah jauh lebih tinggi dibandingkan tiga tahun yang lalu. Jadi, saya kira ini waktu yang tepat untuk mulai.
Menurut saya, sekarang ini masyarakat sudah mulai siap untuk e-commerce. Masyarakat sudah mulai berbelanja online melalui blog dan Facebook. Kalau diamati, beberapa kalangan sudah sering berbelanja online di Amazon dan e-Bay.
Kapan kira-kira pertumbuhan e-commerce mulai merata layaknya social media sekarang ini?
Itu membutuhkan waktu. Social media pun seperti itu. Awalnya masih perlu adaptasi. Tapi, begitu nyaman, nanti akan berkembang dengan sendirinya. Mungkin sekitar dua tahun lagi.
Lalu, apakah setelah itu ada rencana untuk mengembangkan situs lelang lagi?
Ya, kalau orang-orang sudah nyaman di Plasa.com, mungkin kita akan mulai mengembangkan lelang lagi. Sekarang ini, PR kita adalah membuat orang-orang nyaman dulu di dalam e-commerce. Kalau sudah loyal, kita bisa mengembangkan macam-macam.
Sementara pertumbuhan e-commerce belum terlalu terlihat, dari mana Plasa.com bisa meraup keuntungan?
Dari sekarang, kami mulai memikirkan kalau ke depannya untuk terjun ke advertising agar mendapatkan benefit. Kalau e-Bay bisa mengambil keuntungan dari tiap transaksi melalui PayPal, sekarang ini, Plasa.com belum bisa menirunya. Transaksi kami masih kecil. Mungkin nanti kalau sudah ramai. Tapi, sekarang kami meningkatkan trafik dulu, lalu mulai advertising. Kalau sekarang sudah dikenakan biaya transaksi, pelanggan akan kabur duluan.
Kemungkinan kita bisa meraup profit dari advertising melalui merchant-merchant yang ada. Misalnya, produsen produk bayi yang ingin mengiklankan produk barunya halaman kategori Bayi dan Anak, dan semacamnya. Ada sekitar 16 kategori yang bisa digarap untuk advertising di dalam Plasa.com.

KEUNTUNGAN DAN KELEBIHAN TOPOLOGI

ada topologi linear bus semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang berbentuk garis lurus (linear). Sehingga, data yang dikirim akan melalui semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat data tersebut sesuai dengan alamat yang dilalui, maka data tersebut akan diterima dan diproses. Namun, jika alamat tidak sesuai, maka data akan diabaikan oleh terminal yang dilalui dan pencarian alamat akan diteruskan hingga ditemukan alamat yang sesuai.
Kelebihan:
- hemat kabel
- mudah dikembangkan
- tidak membutuhkan kendali pusat
- layout kabel sederhana
- penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
- deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- kepadatan lalu lintas tinggi
- keamanan data kurang terjamin
- kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
- diperlukan repeater untuk jarak jauh
2. ring
PC1 server
_|_ /
PC2 -- ( _ _ ) – PC3
|
PC4
Pada topologi ring semua PC (terminal) dihubungkan pada jalur data (bus) yang membentuk lingkaran. Sehingga, setiap terminal dalam jaringan saling tergantung. Akibatnya, apabila terjadi kerusakan pada satu terminal, maka seluruh jaringan akan terganggu.
Kelebihan:
- hemat kabel
- tidak perlu penanganan bundel kabel khusus’
- dapat melayani lalu lintas data yang padat
Kelemahan:
- peka kesalahan
- pengembangan jaringan lebih kaku
- lambat
- kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
3. Star
PC1 Server
| /
PC2 – HUB – PC3
|
PC4
Pada topologi star semua PC (terminal) dihubungkan pada terminal pusat (server) yang menyediakan jalur komunikasi khusus untuk terminal yang akan berkomunikasi. Sehingga, setiap pengiriman data yang terjadi akan melalui terminal pusat.
Kelebihan:
- paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
- penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
- kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
- boros kabel
- kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
- perlu penanganan khusus bundel kabel
Selain ketiga topologi dasar di atas juga terdapat topologi lainnya yang merupakan hasil pengembangan dari ketiga topologi tersebut. Topologi yang lainnya tersebut, antara lain:
1. tree/ hierarkis –merupakan hasil dari gabungan topologi bus dan star yang bentuknya seperti pohon bercabang;
2. mesh –merupakan hasil dari gabungan topologi bus, star, dan ring;
3. web –setiap terminal dalam topologi ini dapat saling berhubungan dengan terminal lainnya melalui beberapa link;dll.

SEJARAH FRIENSTER

Sejarah Friendster

Oleh arsenda
Friendster
Kita tentu tak asing lagi dengan kata Friendster. Nama tersebut telah lama melekat di benak pengguna internet, khususnya mereka yang gemar mencari teman dan membangun jaringan pertemanan di dunia maya. Demikian populernya, hingga mendorong berbagai content provider untuk menghadirkan situs layanan serupa. Jadi, jangan heran kalau saat ini Friendster sudah punya banyak “teman.”

“Jangan ngaku anak gaul kalau nggak punya account di Friendster.” Begitulah kira-kira komentar para remaja yang telah menjadi anggota Friendster.
Mungkin masih banyak komentar lain -dengan gaya bahasa yang lain lagi- yang intinya sama; ada yang kurang kalau belum jadi anggota Friendster. Sebagian dari Anda mungkin tidak setuju, namun mesti diakui kalau Friendster adalah fenomena baru bagi pengguna internet, yang dapat membentuk komunitas tanpa batas setelah e-mail, mailing list, dan instant messenger.
Sebagai salah satu situs pertemanan, Friendster paling banyak diminati di Indonesia. Sementara di Amerika Serikat, kawula mudanya lebih gemar menjalin pertemanan di MySpace. Mari kita telaah layanan-layanan tersebut satu-persatu. Kita mulai dari yang paling akrab dengan kita, Frienster.
Sistem kerja Friendster hampir mirip Multi Level Marketing (MLM). Kalau kita punya teman di Friendster, secara otomatis kita akan masuk dalam jaringan teman kita tersebut. Terus seperti itu, hingga terbentuk satu komunitas besar yang terus berkembang. Yang unik dari Friendster ini, selain diskripsi diri lewat identitas dan foto, layanan ini juga menyertakan testimonial yang diharapkan dapat menggambarkan si empunya account dengan lebih obyektif.
Ngomong-ngomong, siapa sih orang di balik kesuksesan Friendster? Friendster yang dikelola perusahaan Friendster Inc. didirikan pada tahun 2002 berkantor pusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pendirinya adalah Jonathan Abrams, yang sekaligus kreator dari Friendster. Jonathan sebelumnya adalah pendiri dan CEO HotLinks. Ia pun pernah menjabat sebagai senior enginering pada perusahaan internet terkenal Netscape dan Nortel. Abrams sendiri adalah lulusan Computer Science dari McMaster University.
Ketika perkembangan Friendster memperlihatkan tanda-tanda kemajuan, pengelolanya mendapat suntikan dana US$ 13 juta dari berbagai investor. Lalu pada Juni 2004 Friendster merekrut seorang profesional bisnis. Dia adalah Scott Sassa, mantan President stasiun televisi NBC Entertainment.
Hingga 2006, pengguna Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang dari berbagai belahan dunia. Namun menurut survei comScore Media Metrix, tahun ini trafik pengunjung Frienster cenderung menurun. Kalau bulan Oktober 2005 Friendster dikunjungi 1,7 juta pengguna internet (unique visitor), maka pada bulan April 2006 pengunjungnya tercatat hanya 1 juta orang.
Layanan Serupa
Maklumlah, kini Friendster tak sendirian lagi sebagai pembentuk komunitas internet. Friendster sudah punya banyak saingan, salah satunya Orkut (www.orkut.com) yang dikelola oleh perusahaan yang mengelola Google. Teman Friendster yang lain, yang sering disebut-sebut, bahkan dipublikasikan pengguna Friendster adalah MySpace (www.myspace.com). Bentuk MySpace hampir serupa dengan Friendster, hanya saja MySpace memberikan beberapa tambahan fitur, seperti Blog, Free Email, Forum, Music, dan Game. Dari tampilan foto dan banner di situs ini, tampaknya MySpace ditujukan untuk konsumsi orang-orang dewasa.
Situs serupa yang juga dilengkapi banyak fitur juga disajikan Multiply (www.multiply.com). Uniknya, pengguna Multiply bisa meng-invite secara langsung teman-temannya di Friendster dan Orkut.
Ada lagi MeetUp (www.meetup.com). Bedanya dengan Friendster, situs ini membagi penggunanya berdasarkan tempat tinggal dan minat masing-masing. Begitu masuk situs ini, kita langsung ditanya negara dan kota mana yang kita inginkan. Ketika penulis mengunjungi MeetUp, member dari Jakarta sudah mencapai lebih dari 5000 orang.
Pembagian kategori berdasarkan minat seperti MeetUp juga menjadi andalan Tribe.Net (www.tribe.net), temen Friendster yang lain. Bahkan di halaman depan sudah ada pembagian member berdasarkan kategori minat dan jumlahnya.
Bila Friendster membuka komunitas online dengan teman tanpa batasan, beberapa situs lain membuka komunitas online berdasarkan kriteria khusus. Linkedin (www.linkedin.com) misalnya, ingin membantu penggunanya membuka komunitas online bagi profesional.
Artinya komunitas ini sangat berguna bagi kelancaran pekerjaan atau bisnis masing-masing member. Lalu ada juga TheFaceBook (www.thefacebook.com) yang membentuk komunitas online melalui jaringan kampus. Jadi kita bisa mencari keberadaan temen-temen sekampus dulu dan kini melalui jaringan TheFaceBook.
Terakhir ada juga jaringan komunitas online yang ditujukan bagi pencari kerja, yaitu Monster (www.monster.com). Ternyata banyak member Indonesia yang bergabung di situs yang dikelola Microsoft ini.
Di Indonesia
Layanan Friendster versi Indonesia pun belakangan banyak muncul. Yang pertama adalah Temanster (www.temanster.com). Boleh dibilang situs ini adalah foto copy Friendster yang berbahasa Indonesia. Sama persis.
Lalu yang kedua adalah Sohib (www.sohib.com). Ini juga sangat mirip dengan Friendster, hanya desainnya lebih berwarna dengan pilihan warna-warna pastel. Terakhir adalah Fupei (www.fupei.com) yang desainnya sederhana, tapi banyak fitur tambahan seperti Jurnal (Blog), Forum, dan Games.
Dari ketiga situs friendster Indonesia itu, Sohib memiliki paling banyak member (9.000-an). Sedang Fupei memiliki 3.500 member dan Temanster 3.000 member.

Sejarah Komputer Generasi Pertama

Pada waktu Perang Dunia Kedua, negara-negara yang ikut dalam perang tersebut terus berusaha untuk mengembangkan komputer yang akan digunakan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer. Karena hal ini, maka adanya peningkatan pendanaan dari negara untuk mempercepat pengembangan komputer serta kemajuan teknik komputer.
Dan pada tahun 1941, seorang insinyur jerman – Konrad Zuse berhasil membangun sebuah komputer Z3 yang digunakan untuk mendesain pesawat terbang dan juga peluru kendali.
sejarahkomputer Sejarah Komputer Generasi Pertama
Dilain pihak, pihal sekutu juga membuat kemajuan dalam hal pengembangan kekuatan komputer.  Dan pihak Inggris pada tahun 1943 telah menyelesaikan komputer yang digunakan untuk memecahkan kode rahasia yang diberi nama Colossus, untuk memecahkan kode rahasia yang digunakan militer Jerman. Dan dampak dari pembuatan Colussus ini tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan industri komputer dikarenakan beberapa alasan yaitu:
  • Colossus bukan merupakan komputer general (serba guna), hanya digunakan untuk memecahkan kode rahasia saja.
  • Dan keberadaan komputer ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.
Disamping itu, ada usaha lain yang dilakukan pihak Amerika Serikat pada waktu itu dan berhasil mencapai kemajuan lainnnya, yaitu seorang insinyur Harvard – Howard H.Aiken (1900-1973) yang bekerja dengan IBM berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500mil.  The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik. Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik. Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah). Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.
Lalu perkembangan komputer lain pada masa itu adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania . Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.
Komputer tersebut dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dan John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.
Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer. Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer (EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data.
Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali. Kunci utama arsitektur Von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal. Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.
Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC. Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.
Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya. Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dan silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KE DUA

generasi kedua. Tahun 1948, penemuan transistor sangat berpengaruh terhadap perkembangan komputer masa itu. Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer. sehingga mengakibatkan, berubahnya ukuran mesin-mesin elektrik yang tadinya berukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil.
Transistor mulai dipakai dalam teknologi komputer dimulai pada tahun 1956. Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih bisa diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulu sebelumnya. Mesin pertama yang dapat memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM menciptakan superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah data yang besar, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin komputer LARC itu sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga kepopulerannya menjadi terbatas. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan ; yaitu satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya ada di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua ini telah menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.
kemudian pada awal tahun 1960-an, mulailah bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya telah menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
sebagai salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar memakai komputer generasi kedua sebagai alat untuk memproses informasi keuangan perusahaan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja komputer dengan harga yang pantas bagi penggunaan komputer untuk bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji. Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language disingkat COBOL dan Formula Translator disingkat FORTRAN, telah mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. kemudian muncullah Berbagai macam karir baru di bidang komputer seperti programmer, analyst, teknisi komputer dan lain-lain. Industri perangkat lunak pun juga mulai bermunculan dan berkembang pada generasi kedua komputer ini.

KOMPUTER GENERASI KE TIGA

sejarah komputer
Meskipun transistor dalam banyak hal memiliki kemampuan yang melebihi tube vakum, tapi transistor terlalu besar dalam menghasilkan panas, yang berpotensi bisa merusak bagian-bagian dalam komputer. kemudian ditemukanlah Batu kuarsa atau quartz rock yang dapat menghilangkan masalah ini. Seorang insinyur di Texas Instrument, bernama Jack Kilby mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC dapat mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon yang kecil terbuat dari pasir kuarsa. kemudian para ilmuwan berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang dinamakan semikonduktor. sehingga menghasilkan sebuah komputer yang semakin kecil karena komponen yang ada di dalamnya dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga yang lain adalah penggunaan sistem operasi atau dalam bahasa inggrisnya operating system, yaitu suatu sistem yang memungkinkan mesin dapat menjalankan berbagai program yang berbeda secara bersamaan dengan sebuah program utama yang mengawasi atau memonitor dan mengkoordinasi memori mesin komputer.